Selasa, 10 Januari 2012
Kehidupan_gameBELL
Perahu Kertas
Perahu kertas... berlayar kemana arah angin bertiup bersama aliran air yg mengalir... "Aku mencintaimu dengan kesederhanaan... mengalir lembut membelai hatimu... menghibur disaat kau tergenang air racun jingga diwajahmu... kulakukan semua bukan untukmu... dan bukan juga untuk siapa... tapi untuk ku.. karena aku ingin kamu... itu saja..."
Hari semakin gelap. Bayangan mulai meninggi menutupi hampir seluruh ruangan yg sederhana. "Kurasa ini sudah waktunya" aku bergegas berlari ke arah kamar mandi dan meraup wajahku dengan air yang terasa dingin dan sejuk. kulihat wajah segar yg begitu semangat sore itu. aku bergegas kembali kekamar dan melanjutkan gambaran yang tertunda tadi. "Seandainya aku gak ketiduran, Sketsa ini pasti udah jadi" ku goreskan pensil diatas kertas gambar ukuran A3 yg selalu ku bawa dalam ransel. 30 menit berlangsung cepat namun sketsa belum usai. pintu terketuk "boiim.." terdengar suara nyaring memanggil dari arah pintu. "iaaa aku didalam.. kau masuk saja cong.." balas ku dengan nyaring pula. "kreeek" pintu terbuka, "im.. ada titipan surat dari seseorang, dia gak nulis nama.. tapi dia manis loh.." Ucong pun memberikan selebaran kertas kepada ku lalu pergi meninggalkanku sendiri. "kamu Bo'im ya? knalin.. aku chila, sblumnya aku mw minta maaf udah ngambil perahu kertas yg kemarin sore kamu lepas di kali yang memisahkan kostku dan kostmu... baru kali ini aku melihat perahu kertas sebesar itu... jujur aku penasaran, jadi ku ambil aja.. gak papa kan ?. ternyata sketsa yang kamu buat keren juga dari pada di buang jadi aku simpan saja buat pajangan di kamarku. #senyum manis Chila". Baru kali ini ada yg suka dengan sketsaku, padahal sudah 2 tahun ini sketsa ku tidak ada yg menyukainya. Aku kembali pada sketsa yang hampir slesai. waktu semakin gelap akhirnya sketsaku jadi, bsok adalah waktu penyetoran sketsa buat lomba, jadi aku harus tidur nyenyak malam ini.
Matahari sudah menampakan senyumnya di ujung dunia sana, Tapi... aku masih tertidur pulas. aku tersentak dan kaget ketika jam dinding menunjukan pukul 10.20 an. hari ini adalah hari yg keseratus kalinya aku bangun kesiangan. ku ambil jaket merah yg selalu menemani hari-hariku diluar dan berlari menuju tempat pamerandengan membawa ransel berlogo B didepannya. "Anjriit... tutup.." aku kembali dengan harapan masih ada tahun depan dan terngiang dibenak ku "siapa chila?". ntah lah, aku melangkah menjauhi tempat yang ku bangga-banggakan itu. "dari mana? hari minggu gini masih ngampus... ckck.. rajin yah.. #senyum" tanya wanita cantik yang sedang menunggu seseorang didepan kostku. ternyata dia chila nampak dari kostum yang ia kenakan. "chila ? aku gak ngampus.. aku cuma mau nyerahin ini... tapi sayang sekali.. sepertinya kesuksesan ku tertunda lagi.. :balas senyum". ku berikan sketsa yg ku buat semalaman buat dia. "waaah.. makasii yaa.. aku pengen balas budi buat pemberianmu.. kita jalan yuk cari makan, belum makan kan? disana ada warung pemadam kelaparan.. dijamin enak deh.. aku yang traktir." ceria chila. aku mengiyakan nya dengan menarik tangan chila dan berjalan ke arah yang dituju. "Makasi ya.. udah mau nerima sketsa bikinan ku.. :senyum". "ia sama-sama.. aku suka sketsa, tapi.. aku gak bisa gambar.. oya.. kamu jurusan seni ya? dikampus mana?" tanya chila. "aku di UMM.. kalo kamu jurusan apa chiil?? bukannya kita satu kampus?" tebak ku. "iya kita satu kampus.. kostan kita kan deket kampus... hehe.. aku jurusan psikologi" jawabnya. semakin hari, kami semakin deket dan timbulah rasa yg tak biasa di hatiku.
Sabtu, 10 Desember 2011
Cari Duit
Cari Duit
SUNDAY melody
tersadar dalam lamunan, ternyata sudah semakin memanas. tubuh terasa lengket tersiram sinar matahari menyengat siang itu.
SUNDAY melody





